Sajian Khusus

Kota wisata Parapat yang terus berbenah (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com

Warga Ajibata-Tigaraja-Parapat Mesti Bergerak Sebelum Segalanya Terlambat

Ajibata sekarang lebih manggalsak [menggelepar] lagi. Pemerintah pusat, lewat kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah menghadirkan pelabuhan feri baru di sana. Letaknya di pelabuhan lama yang bersebelahan dengan pelabuhan swasta milik keluarga Tokke Pinggir.

Terkini

Warga Ajibata-Tigaraja-Parapat Mesti Bergerak Sebelum Segalanya Terlambat

Kota wisata Parapat yang terus berbenah (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com

Ajibata sekarang lebih manggalsak [menggelepar] lagi. Pemerintah pusat, lewat kementerian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), telah menghadirkan pelabuhan feri baru di sana. Letaknya di pelabuhan lama yang bersebelahan dengan pelabuhan swasta milik keluarga Tokke Pinggir.

Tak Berduit Meski Pemuka di Asrama Universitas Indonesia

Memberi ulos kepada Megawati Soekarnoputri (foto: Koleksi Keluarga Sabam)

Semula, ungkap Djumontang, dirinya mengira Sabam punya uang untuk membiayai dirinya di Jakarta. Ternyata dia keliru.

Mereguk Atmosfir Kecendekiaan di Menteng, di Rumah Keluarga TB Simatupang

Politisi Senior yang murah senyum (foto: Koleksi Keluarga Sabam)

Tahun 1955 Sabam bertolak menuju Jakarta. Kediaman amang uda-nya (pamannya), TB Simatupang, yang ditujunya sesampai di ibukota. Di sana ia mau menumpang.

Melanjut ke Medan Setelah Sempat Mengungsi dan Putus Sekolah

Bersama istri dr. Sondang Sidabutar (foto: dok Keluarga Sabam Sirait)

Dari Siantar keluarga Sabam yang dipimpin Elam Sibuea menuju Tanah Jawa. Sengaja mereka menempuh jalur sepi untuk menghindari persuaan dengan musuh. Jalan setapak, hutan di perbukitan mereka lalui. Seingat Sabam tiga kali mereka masuk keluar hutan dan di sana mereka kerap bertemu dengan laskar republiken dari macam-macam kesatuan.

Sesama `Siantar Man`: Tak Seperti Lungguk Sitorus (DL), Sabam Rajin Bersekolah

Membaca koran? Tak pernah lupa (foto: Koleksi keluarga Sabam Sirait)

Di lingkungan keras Siantar-lah Sabam Sirait bertumbuh menjadi remaja. Namun ia tidak digulung oleh mata pusaran budaya setempat seperti kebanyakan teman sebayanya. Sejak kecil, menurut Djumontang, Sabam sudah disiplin. Si anak sulung ini rajin belajar dan bekerja; jadi berbeda dengan kebanyakan anak di kampungnya. Ia tak suka keluyuran seperti Djumontang, misalnya.

Sia-sia Mencari Tempat Kelahiran di Pulau Simardan

Biografi Sabam Sirait (foto: Koleksi Sabam Sirait)

Ke Pulau Simardan-lah Sabam Sirait pergi suatu ketika. Ia hendak mencari tanah kelahirannya. Waktu itu, sebagai angota Komisi I DPR, ia sedang bertugas ke Kabupaten Asahan yang beribukotakan Kisaran. Ide ke tanah kelahiran tersebut tidak mengada di Jakarta melainkan muncul begitu saja saat dia di bumi Asahan.

`Ruma` Batak dan Kisah Pohon Kehidupan yang Semakin Dihancurkan Indorayon

Halaman luas yang multi-fungsi (foto: P. Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Limbah Indorayon yang berupa gas, bahan cair, dan bahan padat telah merusak alam Porsea sejak pabrik Sosor Ladang beroperasi tahun 1988. Padi dan ikan mas yang lama menjadi komoditi andalan negeri yang banyak menghasilkan orang hebat ini telah kehilangan mutu dan jumlahnya.

Petaka Akibat Pabrik Pulp dan Rayon yang Juga Menghasilkan Bahan Kimia

Petani yang galau karena Indorayon (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Bagaimana negeri yang telah menghasilkan sosok-sosok hebat sampai bisa dilumat-lumat perusahaan pulp-rayon pebisnis asal Belawan Tan Kang Hoo alias Sukanto Tanoto? Pertanyaan itu menggelayuti pikiran saat kakiku terus menapak.

Indorayon yang Saban Hari Membusukkan Porsea

Sarat muatan batang pinus, didadatangkan dari mana-mana, termasuk Pulau Samosir (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com

“Bau Indorayondo i, Amang,”[bau Indorayon itu, Amang] ucap seorang perempuan sepuh yang sedang melintas di sebelah kami. Kalau melihat cara berpakaiannya—ia mengenakan daster yang dibalut dengan mandar Balige[kain pabrikan] dan laman [pengalas kepala dari kain saat menjunjung sesuatu]—dan cangkul yang di pundak, ia sedang menuju ladang atau sawah.

1234 >