Sosok

Dekman Sirait, terlatih dalam mengatur alur (Foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Puspa Keistimewaan Layanan Dekman Video

Bagaimana proses mompo [memasukkan jenazah ke dalam peti] atau tahapan mengarak dondon tua  [bakul berisi tangkai padi berbulir dan sanggar; sebuah perlambang bahwa almarhum atau almarhumah telah saur matua alias paripurna secara adat] itu diketahuinya persis. Wajar saja kalau dia akan spontan meluruskan bila ada yang keliru.

Terkini

Puspa Keistimewaan Layanan Dekman Video

Dekman Sirait, terlatih dalam mengatur alur (Foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Bagaimana proses mompo [memasukkan jenazah ke dalam peti] atau tahapan mengarak dondon tua  [bakul berisi tangkai padi berbulir dan sanggar; sebuah perlambang bahwa almarhum atau almarhumah telah saur matua alias paripurna secara adat] itu diketahuinya persis. Wajar saja kalau dia akan spontan meluruskan bila ada yang keliru.

Dekman Video dan Pesan-pesan Terakhir Ibu Kami

Videogrfer Dekman Sirait di acara Saurmatua, Ajibata (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Sama-sama Sirait yang bermukim di Pagabatu, Ajibata, leluhur kami.  Ompung Partungup, demikian kami menyebut ayah juru video tersebut, dan abangnya, Ompung Si Jagur, keduanya lama menjadi warga Pagarbatu.

Marsada Band, Mulanya adalah Trio

Konser Tribute to Marlundu yang diprakarsai PSBI (Persatuan Simbolon dan Boruna Indonesia) (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Sejarah perjalanan Marsada Band sedikit saja ditulis orang. Sejauh ini, yang bisa diakses publik dan isinya lumayan informatif adalah skripsi David Andartua Simanungkalit di Departemen Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sumatra Utara (2011) dan artikel Lando M.P. Manalu, di Grenek, Jurnal Musik Universitas Negeri Medan (Unimed), Volume 1, Nomor 3 (2012).

Marsada Band, dari Pulau Samosir ke Panggung Dunia

Marlundu Situmorang, vokalis Marsada Band (foto: Youtube)

Saat mencipta, ‘Anju ma au’ kemungkinan besar dimaksudkan Marlundu sebagai gambaran jiwa seseorang yang sedang mengalami pencerahan (epifani) setelah berpisah dengan pasangan.

Balerong Tigaraja, Ikon yang Kegemilangannya Mesti Dipulihkan

Jalan yang menjadi sangat sesak (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Seiring peranjakan waktu, Balerong yang kian renta kemudian kehilangan dua fungsi utamanya yakni sebagai ajang bioskop keliling dan parpestaan [tempat pesta adat perkawinan].

Kebangkitan Ajibata yang Harus Dibayar Mahal oleh Tigaraja

Dermaga Tigaraja (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Begitu jalan menurun akan berakhir, pohon jambu dan pelbagai tanaman keras berderet di tebing melandai Haranggisgis. Angker tempat ini, menurut orang Ajibata. Dinamai parbeguan [sarang hantu], lokasinya berada di bawah sederet rumah di kaki Gereja RK (Roma Katolik), milik keluarga Berman Panggabean, Lindung Sigiro, dan Guru Sol Tambunan—Encik Situmorang.

Potret Pokkan Tigaraja di Era Kejayaannya

Kapal asar Pulau Samosir yang rutin menjambangi (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

Toko modern pun ada di Tigaraja yakni BKaro dan Rasmin. Pemiliknya masih berkeluarga dengan Tokke Sembiring.

Nai Bentin-Amani Bentin dan Kisah Kios-Kios di Pelabuhan Tigaraja

Nai Bentin dan putrinya, Donawati Simbolong (foto: Koleksi Dona)

Kios Amani Bentin Simbolon-Nai Bentin boru Sirait menghadap danau, di baris kedua dari kanan kalau dilihat dari Balerong yang merupakan jantung Tigaraja.

I Kiong Tan, Keturunan Tionghoa yang Fasih Bicara Soal Tarombo Batak

Mengenal istilah Martarombo (foto: Kompassiana)

Dia sendiri punya pengalaman kurang mengenakkan saat dirinya dicela, “tahu apa tentang Tarombo Batak. Dia kan bukan orang Batak.”

1234 >