SMK Pusat Unggulan, Gagasan Mendikbud Agar Lulusan Terserap Dunia Kerja

Mendikbud Nadiem luncurkan gagasan SMK Pusat Unggulan (ilustrasi: siedoo)
Mendikbud Nadiem luncurkan gagasan SMK Pusat Unggulan (ilustrasi: siedoo)

JAKARTA, Kalderakita.com: Beberapa waktu lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, meluncurkan program Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pusat Keunggulan.

Tujuannya untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausahawan.

Program ini didesain sedemikian rupa sehingga tercipta keselarasan antara pendidikan vokasi yang mendalam dan menyeluruh dengan kesesuaian kebutuhan dunia kerja.

Sejumlah sekolah telah dipilih untuk melaksanakan program ini. Mereka diharapkan dapat menjadi rujukan serta memberi imbas peningkatan kualitas dan kinerja SMK yang ada di sekitarnya.

Mendikbud Nadiem menerangkan, SMK Pusat Keunggulan merupakan terobosan untuk menjawab tantangan pembenahan kondisi SMK saat ini, agar semakin sejalan dengan kebutuhan di dunia kerja.

“Program SMK Pusat Keunggulan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang terserap di dunia kerja atau menjadi wirausaha melalui keselarasan pendidikan vokasi mendalam dan menyeluruh,” papar Nadiem, saat peluncuran Merdeka Belajar Episode Kedelapan: SMK Pusat Keunggulan secara online di kanal Youtube resmi Kemendikbud RI pada Rabu (17/3).

Upaya mewujudkan keselarasan antara SMK dengan dunia kerja, menurutnya dapat ditempuh melalui pemenuhan delapan aspek link and match.

Pertama, kurikulum disusun bersama sejalan dengan penguatan aspek softskills, hardskills, dan karakter kebekerjaan sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kedua, pembelajaran diupayakan berbasis proyek riil dari dunia kerja (project based learning) untuk memastikan hardskills, softskills, dan karakter yang kuat.

Ketiga, peningkatan jumlah dan peran guru/instruktur dari industri maupun pakar dari dunia kerja. Setidaknya sampai minimal mencapai 50 jam/semester/program keahlian.

Keempat, praktik kerja lapangan/industri minimal satu semester. Kelima, bagi lulusan dan bagi guru/instruktur sertifikasi kompetensi harus sesuai dengan standar dan kebutuhan dunia kerja. Keenam, bagi guru/instruktur perlu ditekankan untuk memperbarui teknologi melalui pelatihan secara rutin.

Ketujuh, dilakukannya riset terapan yang mendukung teaching factory berdasarkan kasus atau kebutuhan riil industri. Kedelapan, komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja.

Selain itu, Kemendikbud juga mendorong agar kolaborasi dengan dunia kerja dapat semakin ditingkatkan, di antaranya melalui kemungkinan kerja sama beasiswa dan/atau ikatan dinas, donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, dan lainnya.

SMK Pusat Keunggulan 2021, diprioritaskan untuk 895 SMK dengan tujuh sektor prioritas, di antaranya ekonomi kreatif, permesinan dan konstruksi, hospitality, care services, maritim, pertanian, dan kerja sama luar negeri.