Ahli dari Amerika Yakin Bendungan Limbah di Dairi Tak Aman

Rencana pembangunan bendungan limbah PT DPM dinilai tidak aman (foto tagar)
Rencana pembangunan bendungan limbah PT DPM dinilai tidak aman (foto tagar)

MEDAN, Kalderakita.com - Rencana perusahaan tambang seng dan timah PT Dairi Prima Mineral (DMI) membangun bendungan limbah di dekat pemukiman warga, dinilai berpotensi merusak ekologis. 

Hasil kajian seorang ahli bidang keselamatan bendungan berkebangsaan Amerika, DR Richard Meehan menunjukkan jika rencana ini dilanjutkan maka akan ada potensi kerusakan ekologis. Itu karena lokasi bendungan berada di daerah zona merah rawan bencana.

Dengan curah hujan yang tinggi, maka potensi terjadinya longsor dan banjir menjadi lebih besar. 
Apalagi, bendungan limbah berada di dua pertemuan patahan gempa, yakni patahan Bahorok dan patahan Lae Renun. Dan pusat tambang juga hanya berjarak 15 kilometer dari patahan gempa tersebut.

Richard Meehan meyakini bahwa proyek bendungan yang akan dibangun PT DPM bukan proyek yang aman, dan jika tetap akan dibangun maka terjadi kerusakan serius di waktu mendatang.

Rencananya, anak perusahaan milik Bakrie Group ini akan membangun bendungan limbah seluas 24,14 hektar di Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi. Persisnya di sekitar gereja HKBP Sikem. 

Lokasi tersebut merupakan daerah potensi gempa dan  memiliki struktur tanah yang tidak stabil, curah hujan yang tinggi, serta dekat dengan pemukiman warga.