Pemkab Pakpak Bharat Soroti Nasib UMKM

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Pakpak Bharat, Juniatry Sirait (foto: Pemkab)
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Pakpak Bharat, Juniatry Sirait (foto: Pemkab)

PAKPAK BHARAT, Kalderakita.com: Sekitar 40 pengrajin dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di kawasan Pakpak Bharat berhimpun di Aula Rumah Candu di Kompleks Rumah Dinas Bupati pada Senin (6/4). Acara yang digelar Pemerintah Kabupaten ini dimaksudkan untuk mendengarkan keluhan serta masukan para pelaku usaha di berbagai sektor.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan, Mordehai Orba S Manik hadir dalam acara tersebut. Selain itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Pakpak Bharat yang juga istri Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor, Juniatry Setia Manogihon Sirait, turut memberikan dukungan serta arahan.

Para peserta dialog menyampaikan sejumlah persoalan yang langsung ditanggapi para pemangku kebijakan di sana.

Dina Mariana Sinamo, misalnya, mengeluhkan langkanya tenaga kerja. Sebagai pelaku usaha di bidang pengolahan kolang kaling, Dina mengatakan masih menghadapi sejumlah persoalan termasuk ketersediaan sarana dan peralatan usaha. Ia mengaku usahanya masih dijalankan secara tradisonal dengan memanfaatkan alat-alat sederhana.

Sedangkan Eka Padang, pengusaha manisan kelapa dari Kecamatan Siempat Rube, menyataan sulitnya mendapatkan bahan baku berupa kelapa muda. Dia mengaku bahwa belakangan ini, kelapa muda sulit diperoleh.

Soal izin edar dari BPOM pun menjadi sorotan para peserta.

Edisah Putra Berutu, pengusaha kopi bubuk berharap Pemkab bisa membantu mempermudah urusan perizinan.

“Dibantu pengurusan serta penerbitan ijin POM bagi produk-produk UMKM yang semakin banyak dan beraneka ragam,” katanya seperti dilansir situs resmi Pemkab Pakpak Bharat.

Sekadar informasi, baru-baru ini pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) memfasilitasi pendaftaran sertifikasi tanpa dikenakan biaya alias secara gratis. Adapun sertifikasi yang bisa diperoleh  para pelaku UMKM secara gratis tersebut yakni, pendaftaran Sertifikat Produksi Pangan-Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), pendaftaran Sertifikasi Halal, pendaftaran Merek, dan pendaftaran Izin Edar BPOM Makanan Dalam (MD).

Edisah juga berharap Pemkab membantu menyelenggarakan program edukasi cara pengolahan bahan baku, misalnya kopi dan komoditas lainnya.

Terkait kopi, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Pakpak Bharat, Juniarty Sirait menyatakan tertarik untuk mengembangkannya.

Juniatry berjanji akan mendatangkan pendamping khusus yang dapat membantu para pengusaha dan pegiat kopi dalam mengembangkan usahanya. Dia juga tertarik untuk mengembangkan usaha-usaha mikro lainnya dan berjanji mencarikan solusi atas keluhan serta persoalan yang disampaikan para peserta dialog.

Dia yakin UMKM di wilayah Pakpak Bharat bisa berkembang karena yang mereka hasilkan kebanyakan adalah produk kreatif yang selama ini belum dikenal. Itu menurutnya adalah modal utama.