Menggeluti Usaha Rumahan, Berbuah Rumah

Sukses dari berjualan kue kering (foto: Rano Hutasoit/Kalderakita.com)
Sukses dari berjualan kue kering (foto: Rano Hutasoit/Kalderakita.com)

Tulisan-1

SIMALUNGUN, Kalderakita.com: Sulistiorini, ibu kelahiran tahun 1960 kini tengah banjir pesanan kue jelang lebaran. Penggiat UMKM asal Sidamanik, Kabupaten Simalungun ini rajin mengkreasi berbagai kue kering yang renyah dan enak sehingga kuenya dilirik pembeli hingga ke luar daerah. Meski usaha rumahan, sekali lebaran hasilnya bisa beli rumah.

Sore itu, Sabtu (10/4) di sudut Kecamatan Sidamanik, tepatnya Desa Manik Maraja terdapat lorong kecil yang di beri nama Simpang Mayat. Ditemani Ketua Forum UMKM, IKM dan Handycraft Sumatra Utara Daniel Samosir, kami berhenti sejenak di depan sebuah rumah penggiat UMKM kuliner.

Masih di teras rumah, aroma wangi kue langsung menyambut hangat. Tak punya banyak waktu untuk perkenalan, kami pun langsung diajak ikut ke dapur.

“Maaf kita ngobrol di dapur aja. Soalnya kue lagi di bakar di oven,” sambut Sulistiorini, ibu yang kerap dipanggil Ibu Rini.

Tak berselang, kue nastar, coco crunch dan bola-bola coklat yang masih hangat tersungguh di meja.

“Ayo dicoba, kuenya masih hangat. Ini kue favorit dan banyak order jelang lebaran,” terang Rini, dengan senyum ramahnya.

Kue crunchy, renyah khas kue kering. Terasa komposisi bahan seimbang. Aroma mentega dan telur yang wangi khas cookies. Tak ada jejak aroma amis telur meskipun memakai olesan telur. Panggangan kue juga merata kecokelatan hingga ke bagian bawah. Tambahan keju parut menambah aroma keju panggang yang wangi menambah rasa ingin mencicipi.

Laris manis menjelang lebaran (foto: Rano Hutasoit/Kalderakita.com)

Meski sedang sibuk membuat kue, dapur Ibu Rini tetap rapi dan bersih, semua tertata dengan baik. Peralatan yang digunakan juga sangat sederhana. Hanya ada dua kompor dan dua oven kecil serta peralatan rumahan lainnya. Orang yang membantunya juga hanya anggota keluarga. Iya namanya usaha kecil kelas rumahan.

Dari Perkebunan ke Usaha Kue

Sembari melanjutkan cerita, Ibu Rini sesekali menyusun kue nastar ke stoples untuk diantar ke pelanggan.

“Usaha membuat kue ini sudah saya geluti sekitar 10 tahun lebih. Usaha ini sudah saya geluti sejak saya masih aktif sebagai karyawan perkebunan pemerintah di Sidamanik. Saya melihat pelauang usaha kue lebih menjanjikan maka saya pensiun muda tahun 2010,” terang Rini sembari bercerita mengingat masa lalunya.

Pilihan pensiun muda juga dilatari oleh kebutuhan ekonomi untuk mencukupi biaya kuliah anak-anak. Kerja keras Rini memang sudah membuahkan hasil, kini dari 4 anaknya 3 sudah tamat dari bangku universitas. Tinggal si bungsu yang masih duduk di kelas SMA. 

Ari, anak sulung kelahiran 1981 sudah tamat dari Universitas Simalungun (USI). Dwi, anak kedua tamat dari sekolah tinggi perhotelan. Ebin, anak ketiga lulus dari Universitas Tidar Magelang.

“Prinsipnya, gak punya harta gak apa-apa, asal anak sekolah. Masalah pekerjaan itu urusan si anak. Apapun yang saya kerjakan tujuannya untuk anak-anak saya. Anak tak boleh tak sekolah,” ujar Rini. 

Rajin berkreasi (foto: Rano Hutasoit/Kalderakita.com)

Tak hanya menjual kue, Rini juga menjual berbagai aneka kue-kue dan nasi. Ia memasak dan menjajakan sendiri di wilayah sekitar Sidamanik. Ada 25 jenis kue yang biasa dibuat Rini, diantaranya nastar,bola-bola coklat, kacang strawberry, salju pandan, salju putih, sagu kombinasi, sagu keju, aci, choco chip, cornflake multirasa, spiku, moccanur, durian almond, jamaica, bangkit jahe, bangkit santan, kue kawang kanji, kue bawang kentang, kue bawang biasa, kue bawang keju, kue tempurung, telur gabus, tingting jahe, akar kelapa dan coco crunch.

Puncak penjualannya itu di lebaran tahun 2016. Keuntungan penjualan kuenya mencapai Rp35 juta dan itu dibuat untuk membeli tanah yang saat ini menjadi tempat tinggalnya. Berlanjut ke penjualan kue natal dan tahun baru 2017, Rini meraup untuk hingga Rp80 juta, dan itu dijadikan untuk membangun rumah.

“Pengalaman lebaran 2020, meski sudah masuk masa Covid-19, tidak begitu berpengaruh dengan pemesanan kue saya. Kiranya memasuki Ramadan 2021 dan Idul Fitri 2021 ini dapat menjadi berkah bagi saya dan UMKM pembuat kue lainnya,” tandas Rini. (Bersambung)

Editor: Dedi Gumelar