Rianiate, Celah Sempit Danau Toba yang Memukau

Rianiate yang Memukau (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)
Rianiate yang Memukau (foto: P Hasudungan Sirait/Kalderakita.com)

RIANIATE, Kalderakita.com: Setelah Tano Ponggol (Pangururan), inilah bagian dari Danau Toba yang paling sempit; sedangkan yang paling lebar tentu saja adalah Tao Silalahi. Pada titik tertentu celah  di sini paling 500 meter saja sehingga bisa direnangi seseorang yang terlatih.

Rianiate, namanya. Kawasan ini terletak di antara Pangururan (ibukota Kabupaten Samosir) dan Nainggolan. Atmosfir vulkaniknya nyata dari dinding tebing berbelarang yang tampak di sisi kiri jalan, kalau kita dari Pangururan. Sebuah tempat pemandian air panas ada di sini. Martupa,namanya.

Pemandangan di antara 2 daratan yang dipisahkan air danau, elok betul. Seperti di Eropa saja rasanya terutama karena kealamiahannya yang masih terjaga dan pohon-pohon pinus bertebar. Bukit-bukit yang berlapis menghias di kanan jalan. Holbung yang bertingkat-tingkat, salah satunya. Permukaan air yang tenang berpadu dengan langit kebiruan. Udara tentu saja sejuk terlebih di saat angin bertiup.

Pelabuhan kecil bernama Pintubatu terdapat di celah tersempit. Tinggal menyeberang sedikit kita sudah tiba di sebelah; jadi tak perlu lagi melambung ke Pangururan dengan menempuh lintasan berbentuk U.

Kecuali warung-warung kopi sederhana, belum ada fasilitas untuk memanjakan pelancong di kawasan yang merupakan tanah kelahiran wartawan-sosiolog-novelis Parakitri Tahi Simbolon. Begitupun, keasrian dan kedamaiaannya akan membuat kita betah berlama-lama nongkrong di warung sembari menikmatinya bertemankan kopi lokal atau teh dan cemilan.