IT Del Berkeinginan Kuat Jadi Agen Pembaharu Bagi Kawasan Toba

Kampus IT Del di Labuboti(foto: Istimewa)
Kampus IT Del di Labuboti(foto: Istimewa)

Bagian-1

JAKARTA, Kalderakita.com: Dalam beberapa hari terakhir, SMA Unggul Del di Kecamatan Labugoti, Kabupaten Toba Samosir, Sumatra Utara (Sumut), menjadi buah bibir. Itu karena sekolah swasta yang didirikan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berhasil menempati peringkat ke-3  terbaik nasional—setelah SMA Negeri Unggulan M.H. Thamrin Jakarta dan MAN Insan Cendekia, Serpong.

Sedangkan se-Sumut, SMA yang menyelenggarakan pola asrama ini hampir tak ada tandingan. Ia menjadi sekolah terbaik versi nilai rerata Tes Potensi Skolastik (TPS) dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

SMA Unggul Del didirikan oleh Pembina Yayasan Del milik Menko Luhut Pandjaitan pada 2011. Menurut SK Operasional Bupati Toba Samosir No. 198 Tahun 2011, SMA Unggul Del resmi beroperasi sejak 1 Juni 2012.

Meski SMA Unggul Del baru beroperasi 9 tahun, yayasan yang menaunginya telah lama berkiprah di dunia pendidikan. Di tahun 2000 Yayasan Del bekerjasama dengan Insitut Teknologi Bandung (ITB) mulai merintis pengembangan program akademik di kawasan Danau Toba. Setahun kemudian berdirilah Politeknik Informatika Del. Bidang informatika dipilih karena menjadi pemampu pada sektor sosial, ekonomi, dan pemerintahan.

Tak lama berselang, Politeknik Informatika Del bertransformasi menjadi Institut Teknologi Del (IT Del), tepatnya pada 2013. Artinya dari program D3, derajatnya meningkat menjadi S-1.

Perguruan tinggi bagus, begitulah orang mengenal Politeknik Informatika Del - Institut Teknologi Del. Betapa tidak? Lulusannya sejak awal diserap oleh korporasi terkemuka dalam dan luar negeri, terutama yang bergerak di lapangan IT. Ada juga yang bergabung dengan kementerian. Tentu ada pula yang menjadi pengajar. Mereka ini biasanya yang sudah melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi  terkenal Indonesia atau mancanegara.

Apa gerangan rahasia di balik sukses perguruan tinggi yang berkampus di Laguboti, Kabupaten Toba Samosir ini? Beberapa waktu lalu awak Kalderakita.com, Rin Hindryati dan P. Hasudungan Sirait, mewawancarai Rektor IT Del,  Profesor  Ir. Togar M. Simatupang M.Tech, Ph.D. Berikut petikannya yang disampaikan tertulis via whatsapp:

 

Bagaimana kisahnya sehingga Bapak berlabuh di Del?  

Sebelum menjadi rektor Institut Teknologi Del, saya sempat menduduki jabatan Ketua Program Studi Magister dan Doktor Sains Manajemen ITB dan Wakil Dekan Bidang Akademik Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB.

Latar belakang pendidikan Teknik Industri membuat saya mempunyai perhatian yang mendalam tentang ilmu pengetahuan dan teknologi bidang sistem bisnis dan sistem industri.

Saya terlibat dalam penyusunan dokumen transformasi Politeknik Informatika Del menjadi Institut Teknologi Del (IT Del) bersama dengan Prof. Saswinadi Sasmojo yang akhirnya diberikan amanat oleh Kementerian Pendidikan pada tahun 2013.

Saya kemudian menjadi Ketua Senat Akademik IT Del pada tahun 2013 sampai 2016.

[Berdasarkan prestasi-prestasi tersebut, Prof.Simatupang memperoleh amanah untuk memimpin IT Del sejak14 Oktober 2016.]

Tentang sosok Prof. Togar M Simatupang (kisah perjalanan hidup):

Prof. Simatupang diberikan amanah Guru Besar ITB sejak tahun 2010 dalam bidang sistem manajemen rantai pasokan. Beliaumemperoleh gelar PhD dari Massey University di Selandia Baru.

Di Sekolah Bisnis dan Manajemen ITB, ia mengajar Manajemen Teknologi dan Operasi, Manajemen Rantai Pasok, Manajemen Operasi, dan Ekonomi Kreatif. Beliau dikenal sebagai ahli dalam manajemen rantai pasok dan pengembangan industri kreatif.

Rektor IT DelTogar M Simatupang (foto: FB)

Hasil penelitiannya telah dipublikasikan di berbagai jurnal antara lain International Journal of Logistics Management, Total Quality Management, Management Decision, Business Process Management Journal, Supply Chain Management: An International Journal, Benchmarking: An International Journal, and International Journal of Physical Distribution & Logistics Management. Selain itu, ia telah mempresentasikan karyanya di konferensi nasional dan internasional.

Prof. Simatupang juga adalah penerima Emerald Literati Network Award 2006 untuk makalah yang sangat dipuji yang diterbitkan dalam International Journal of Logistics Management. Ia juga dianugerahi Endeavour Award dari Pemerintah Australia untuk studi postdoctoral di University of Newcastle pada tahun 2008.

Nama Del mengandung arti “pemimpin yang selalu berada selangkah lebih maju”. Bagaimana lembaga pendidikan ini mencetak mahasiswa agar memiliki karakter yang demikian?

Sikap Del mempunyai makna berwawasan luas (termasuk berpikir alternatif), bekerja keras (extra miles), dan bersiap sedia untuk tantangan berikutnya dengan mengembangkan kreativitas dan daya inovasinya untuk memberikan sumbangsih yang nyata bagi masyarakat melalui pengalaman pembelajaran dan karya intelektual walaupun beroperasi dalam berbagai hambatan.

Karakter ini ditanamkan kepada mahasiswa sejak semester awal hingga pada hari kelulusan, dan diharapkan akan menjadi karakter mahasiswa alumni Del dalam dunia kerja. Pendidikan karakter ini diaplikasikan melalui tiga pilar yaitu MarTuhan-Marroha-Marbisuk (3M) yang dicetuskan oleh para pendiri IT Del.

Nilai-nilai inilah yang menjadi panduan dalam melaksanakan peran dan panggilan IT Del sebagai lembaga pendidikan tinggi bidang teknologi yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

-              MarTuhan; beriman (faithful), Ceria (cheerful), Peduli (caring);

-              Marroha;  Tulus (trustworthy), Bertanggung Jawab (responsible), Tangguh (gritty)

-              Marbisuk; Ingin tahu (curious), Inovatif (innovative), Cerdas (smart).

Pengembangan karakter sebagai upaya menyampaikan dan memperkenalkan dan membawa seluruh civitas, khususnya mahasiswa Del kepada nilai-nilai 3M. 

Karakter dikembangkan mulai dari tahap “mengetahui [knowing], melaksanakan [doing/acting] dan menjadi bagian dari diri/kebiasaan [habits]; baik dalam suasana kegiatan akademik maupun kegiatan lain non akademik. Baik selama mengikuti proses pembelajaran di kampus Del maupun setelah meninggalkan kampus Del.

Kampus Del nan asri (foto: Istimewa)

Fokus pengembangan pendidikan karakter yaitu mengembangkan potensi  mahasiswa sebagai satu kesatuan pribadi yang utuh. Keutuhan dapat dilihat pada penguasaan ilmu pengetahuan sesuai bidang yang diminati di Del (seperti Informatika, Elektro, Sistem Informasi, Teknik Komputer, Teknologi Industri, Bioteknologi) dan dalam penguasaan itu dilaksanakan dengan dan bersama “Nilai 3M”.

Secara implisit dapat dilihat pada “acting” Tertib-Berbudaya-Ceria (TBC) yang juga menjadi semboyan dalam menjalankan setiap ketentuan dan peraturan sesuai standar minimal yang perlu dilakukan. 

Fokus pendidikan adalah mewujudkan suasana pembelajaran dan pendidikan, juga pada bagian proses yang secara aktif mengembangkan potensi dirinya sepanjang hayat. Tujuan penyamaan karakter 3M: memastikan bahwa setiap mahasiswa mengenal dan melaksanakan nilai-nilai Del dan menjadikannya sebagai bagian dari diri “being” yang utuh dan komprehensif.

Apakah sivitas akademik telah berhasil menjalankan misi ini? Contoh sukses para alumni seperti apa? Apa kekhasan mereka dibanding lulusan perguruan tinggi lain yang di dalam negeri?

Penerapan pendidikan karakter merupakan pembelajaran yang dilakukan seumur hidup karena diperlukan penyesuaian-penyesuaian dengan keadaan zaman yang terus berubah. Oleh karena itu IT Del memberikan landasan pendidikan karakter 3M kepada setiap komponen yang terlibat dalam pengembangan kampus ini, tidak hanya kepada mahasiswa untuk berlatih dan terbekali untuk bisa menjadi agen pembaharu dimanapun berada.

IT Del terus menerus memperbaiki proses pendidikan mahasiswa untuk memiliki karakter “pemimpin yang selalu berada selangkah lebih maju” sehingga misi ini adalah misi yang akan terus berkelanjutan untuk memberikan bekal yang kuat bagi para alumninya.

Alumni InstitutTeknologi Del telah banyak bekerja di perusahaan nasional maupun multinasional, diantaranya adalah Gojek, Tokopedia, TaniHub, Bank BCA, Astra OtopartsTbk, dan lain sebagainya.

Wisuda IT Del (foto: Istimewa)

Alumni-alumni ini memiliki karakter kepemimpinan yang kuat, pekerja kejas, serta kreatif dan inovatif. Mereka memiliki kemampuan untuk melihat “big picture” dari suatu permasalahan sehingga mampu menghasilkan solusi yang efektif dan efisien. Mereka juga dikenal loyal, bekerja keras walau pun dalam tekanan, kreatif, dan luwes untuk bekerjasama.

Del bekerjasama dengan lembaga pendidikan asing mana saja? Apa faedah yang dirasakan?

University of Amsterdam Belanda, Breda University of Applied Sciences Belanda, the University of Groningen Belanda; Uppsala Universitet; Czech University of Life Science (Prague) Republik Ceko, dan masih banyak universitas asing lainnya.

Kerjasama-kerjasama dengan lembaga pendidikan asing memungkinkan mahasiswa IT Del untuk memperluas jejaring melalui program-program seperti kuliahu mum, pertukaran pelajar, kelas musim panas, maupun program beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat pascasarjana. Kerjasama juga memungkinkan IT Del memperkenalkan pembelajaran berpusat pada peserta didik untuk bidang STEM (Sains, Teknologi, Enjinering/Rekayasa, dan Matematika) kepada para guru di sekitar Kawasan Toba. (Bersambung)