Batal, Pertemuan Gerakan Tuntut Akta 54 dengan Toba Pulp Lestari

Gerakan Tuntut Akta 54 di Kantor Bupati Toba (foto: FB Firman Sinaga)
Gerakan Tuntut Akta 54 di Kantor Bupati Toba (foto: FB Firman Sinaga)

JAKARTA, Kalderakita.com: Pertemuan antara Gerakan Tuntut Akta 54 (GTA54) dengan pihak PT. Toba Pulp Lestari (TPL) yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Toba gagal terselenggara. Rapat yang sedianya digelar hari ini, Kamis (24/6), batal karena Bupati Toba berhalangan.

“Bupati katanya sibuk. Akan ada reschedule; maksimal 5 hari. Harus dengan Bupati dan dari TPL harus Direktur Utama dan Komisaris Utama. Tanpa itu, tidak akan ada rapat pembahasan,” kata Ketua sekaligus Pendiri GTA54, Firman Sinaga kepada Kalderakita.com.

Menurut Firman yang mengutip keterangan staf ahli Bupati, Darwin Sianipar, Bupati berhalangan hadir karena kesibukannya mengikuti [acara] Lemhannas dan menghadapi lonjakan kasus COVID-19 di wilayah Kabupaten Toba.

Suasana pertemuan di Kantor Bupati tanpa kehadiran Bupati (foto: FB Firman Sinaga)

“Pihak Pemkab seperti tidak memedulikan aspirasi dari masyarakat Toba yang mereka wakili,” kata Firman dengan nada kecewa.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Toba melayangkan surat kepada sejumlah pihak termasuk pimpinan PT. Toba Pulp Lestari (TPL), pengurus GTA54, dan para staf ahli Bupati Toba. Isinya meminta mereka hadir pada pertemuan yang akan digelar pukul 14.00 di Ruangan Rapat Staf Ahli Bupati Toba, pada Kamis (24/6). Agendanya membahas tuntutan GTA54 yang disampaikan ke Pemerintah Kabupaten Toba saat aksi pada 14 Juni lalu.

“Kepada TPL dan Pemkab juga kita sampaikan, hanya direktur yang memiliki hak memberikan pernyataan tentang TPL.  Pihak TPL harus melarang karyawan untuk memprovokasi,” lanjut Firman.