BPODT Kagumi Komunitas Parmalim Huta Halasan yang Konsisten Jalankan Ritual Agama Batak

Sipaha Lima, ritual komunitas tradisional orang Batak (foto: indonesia go id)
Sipaha Lima, ritual komunitas tradisional orang Batak (foto: indonesia go id)

JAKARTA, Kalderakita.com: Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menghadiri ritual keagamaan komunitas Parmalim di Huta Halasan, Desa Sionggang Tengah, Kecamatan Lumban Julu, Toba pada 21-23 Juni.

Ritual ini bernama Sipaha Lima yang dilaksanakan setiap bulan ke lima penanggalan suku Batak atau Juli pada kalender Masehi. Acara para penganut kepercayaan nenek moyang orang Batak yaitu Ugamo Malim atau Parmalim ini digelar sebagai bentuk syukur atas rezeki, kesehatan, dan keselamatan sepanjang tahun kepada Debata Mula Jadi Na Bolon atau Tuhan Yang Maha Esa.

Pada acara ini, biasanya akan ada penyembelihan satu ekor kerbau jantan untuk dijadikan persembahan yang diiringi tarian Tortor dan irama musik khas Bata, Gondang Sebangunan.

Dirut BPODT yang diwakili Nelson Lumbantoruan menyampaikan rasa kagum melihat komunitas Parmalim Huta Halasan yang eksis menjalankan ritual keagamaan warisan leluhur.

Ornamen pada bangunan megah Bale Pasogit Partonggoan serta fasilitas pendukung lain yang luar biasa di Huta Halasan juga menambah kekaguman para pengunjung.

Nelson Lumbantoruan menambahkan ajaran leluhur orang Batak yang dikenal sebagai Ugamo Malim atau Parmalim itu sangat menarik. Ritual yang merupakan persembahan kepada sang pencipta atau Mula Jadi Nabolon sangat penting untuk dilestarikan sebagai warisan budaya sakral suku Batak.