Surat Terbuka Togu Simorangkir dkk untuk Presiden Jokowi

Surat terbuka Togu untuk Presiden Jokowi (foto: FB Togu)
Surat terbuka Togu untuk Presiden Jokowi (foto: FB Togu)

JAKARTA, Kalderakita.com: Beberapa saat lalu pegiat sosial Togu Simorangkir mengabarkan bahwa dirinya dan rombongan Tim 11 telah berada di atas KMP Port Link III. Ini adalah kapal penyeberangan penumpang terbesar di lintasan Bakauheni – Merak.

Ya, Togu dan teman-temannya (TIM 11)  telah tiba di Bakauheni setelah 41 hari lalu memulai aksi jalan kaki dari Balige, Sumatera Utara.

Pada 14 Juni lalu, Togu Simorangkir, Anita Hutagalung, dan penyandang disabilitas Irwandi Sirait memulai aksi jalan kaki dari Balige – tepatnya di Makam Raja Sisingamangaraja XII, Soposurung –  ke Jakarta sejauh 1.700an kilometer. Ini merupakan aksi protes menuntut agar perusahaan bubur kayu PT Toba Pulp Lestari itu ditutup. Togu juga membawa serta putranya, Bumi yang baru 2 hari lalu merayakan ulang tahunnya yang ke-8.  

Menurut Togu, dirinya sudah muak dan geram dengan berbagai tindak kekerasan yang dilakukan perusahaan milik taipan asal Medan Sukanto Tanoto tersebut. Terakhir adalah peristiwa bentrokan fisik antara pihak PT TPL dengan masyarakat Desa Natumingka.

Ia menyebut tujuan aksinya ini TUTUP TPL (Toba Pulp Lestar).

Ke Jakarta, rencananya rombongan Togu Simorangkir hendak bertemu Presiden Joko Widodo.

Menulis surat di atas kapal (foto: FB Togu)

Di halaman Facebook-nya, Togu mengatakan: “Dari atas Kapal Port Link III, Kapal penyeberangan dari Bakauheni menuju Merak, aku menulis Surat kepada Bapak Jokowi untuk  kesediaan waktu beliau menerima Tim 11 AJAK TUTUP TPL, untuk menyampaikan aspirasi kepada Presiden untuk kelestarian Danau Toba.”

Berikut ini isi surat yang ia tulis dengan tangan di atas kapal:

Bakauheni, 24 Juli 2021

Kepada Yth                   

Bapak Ir. Joko Widodo

Presiden Republik Indonesia

Di Jakarta

Dengan Hormat,

Bersama dengan surat ini, kami dari Tim 11 Ajak Tutup TPL (Aksi Jalan Kaki) dan Tutup Toba Pulp Lestar (TPL) dari Toba ke Jakarta, memohon kiranya waktu Bapak Presiden untuk kesediannya mendengar aspirasi kami mengenai Kawasan Danau Toba.

Kami, Tim 11 Ajak Tutup TPL sudah berjalan 41 hari hari ini. Perjalanan kami mulai tanggal 14 Juni 2021 dari Makam Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII di Balige.

Saat kami menulis surat ini, kami sedang menyeberang dari Bakauheni menuju Merak.

Salah satu anggota Tim 11 Ajak Tutup TPL ini adalah anak kelas 3 SD berusia 8 tahun yang ingin Danau Toba tetap indah dan lestari.

Kiranya Bapak Presiden berkenan mendengar aspirasi kami secara langsung di Istana Negara

 

Hormat Kami,

 

Togu Simorangkir

Tim 11 Ajak Tutup TPL