Luhut Targetkan 1.000 Hektar Food Estate di Sumut Tahun Ini

Menko Luhut proyeksikan 1.000 hektar food estate di Humbahas (foto: kemenko marves)
Menko Luhut proyeksikan 1.000 hektar food estate di Humbahas (foto: kemenko marves)

JAKARTA, Kalderakita.com: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan menargetkan pembangunan 1.000 hektar food estate di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dapat terlaksana tahun ini.

Hal itu disampaikan Menteri Luhut saat memimpin rapat koordinasi secara virtual bersama Menteri PUPR, Menteri Pertanian, Menteri ATR/BPN, dan jajaran terkait lainnya pada Jumat, 27 Agustus.

Selain memantau kemajuan program food estate di Sumut, rapat juga membahas persiapan pembangunan Taman Sains dan Teknologi Herbal dan Horti (TSTH2) Pollung.

Luhut menyampaikan saat ini program food estate didukung enam off taker, yakni Parnaraya, Indofood, Eden Farm, Bisi, Wings, dan Ewindo. Keterlibatan mereka terutama dalam pelaksanaan demontration plot atau plot percontohan.

“Target kita 1.000 hektar ini jangan sampai meleset dan saya kira perkembangan sudah berjalan dan bagus. Mengenai perkembangan lahan pertanian kalau bisa PUPR lahannya segera dituntaskan sehingga 1.000 hektar bisa selesai akhir tahun,” ungkap Menko Luhut.

Sementara itu menurut manajer lapangan food estate Sumut, Van Basten Panjaitan, saat ini sedang dilaksanakan Musim Tanam Kedua (MT-2) di lahan seluas 215 hektar. Program ini diikuti 68 Kepala Keluarga (KK).

Menurutnya partisipasi masyarakat masih rendah terutama karena masih terbatasnya infrastruktur, modal, kemampuan pengolahan tanah, serta kejelasan skema kerjasama dengan investor.

Secara paralel juga sedang dilakukan pelaksanaan sertifikasi lahan oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Kantor Pertanahan. Juga, penyiapan lahan untuk food estate seluas 785 hektar.

Food estate di Sumatra Utara (foto: Bisnis)

Menko Luhut juga berharap Kementerian Pertanian melakukan layout penanaman dan pemetaan kesesuaian lahan food estate Tahap II. Sementara kepada Kementerian ATR/BPN, Luhut meminta untuk melakukan percepatan penyelesaian Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan proses sertifikasi.

Pekerjaan ini agar dilakukan bersama dengan Pemkab Humbahas dan Kementerian LHK untuk asistensi penyusunan dokumen Lingkungan, penyiapan food estate tahap II, dan proses ijin kerjasama penggunaan Kawasan hutan untuk jalan.

“Selanjutnya, Pemkab Humbahas melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait skema kerjasama dan land clearing di lahan 785 hektar serta fasilitasi Timdu dan dokumen lingkungan untuk pembangunan jalan penghubung food estate 215. Selain itu, perlu dilakukan percepatan penyusunan Perpres Food Estate,” tambah Menko Luhut dalam siara pers yang diterima Kalderakita.com.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan kementerian pertanian siap bekerjasama dengan kementerian PUPR untuk mendukung pembangunan jaringan irigasi di food estate sekaligus memantau pengolahan lahannya.

“Posisi Kementan sesuai gugus tugas yang ada sepenuhnya membantu. Kita masih mengawal penuh area 215 hektar dan sudah berproses dan diolah ditanami. Selain itu, pelatihan bimtek secara intensif juga dilaksanakan di sana,” katanya.

Sementara terkait sertifikasi tanah, layout, dan design, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan survei sedang dilaksanakan di 1.000 hektar tersebut.

“Proses KKPR yang diusulkan tidak masalah, namun perlu verifikasi kembali lokasinya, karena itu kalau kita mau detail, kita harus mencari koordinat banyak sekali. Barangkali Bupati perlu banyak melibatkan antropolog karena mereka yang mengerti bagaimana di lapangan dan tau benar permasalahan dan tahu benar siapa yang dihubungi,” kata Menteri Sofyan.

Food estate di Kabupaten Humbang Hasundutan (foto: medanbisnis daily)

Kepada Bupati Humbang Hasundutan, Luhut berpesan agar terus mensosialisasikan kepada masyarakat pentingnya lahan food estate.

“Bupati humbanghas tolong betul-betul dengan rakyatnya dibicarakan mengenai lahan ini. Nanti Bupati juga kontak USU untuk antropolog agar mereka bekerja di sana. Jadi, sekarang 1.000 hektar itu kita coba dulu sosialisasikan bersama tim antropolog, kemudian baru dilaporkan ke Presiden dan saya akan tinjau ke sana,” papar Menko Luhut.

“Kita harus jemput bola, jangan tunggu-menunggu biar ini semua cepat selesai. Saya harap semuanya bisa dilaksanakan secepatnya, saya harap Oktober groundbreaking jalan dan saya titip kita kerja cepat dan rapi. Intinya struktur itu penting dan nanti saya mau ke sana untuk lihat progresnya setidaknya dekat 1000 hektar kita selesaikan,” tutup Menko Luhut.